Cari Blog Ini

Jumat, 31 Juli 2020

30 Hari Bercerita tentang KKL-DR, IAIN Padangsidimpuan

Sidadi, 30 Juli 2020


Assalamualikum Wr.Wb


Hore, hari ini kegiatan KKL-DR saya telah mencapai hari ke-16. Alhamdulillah. Jadi, untuk bahasan kali ini, saya ingin membahas tentang puasa arafah, kebetulan hari ini bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1441 H. 

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender Hijriah, selain Ramadan dan Muharram. Selain Idul Adha, memotong hewan kurban dan ibadah haji, sejumlah amalan sunah pun bisa dikerjakan pada bulan Dzulhijjah ini teman-teman. Namun ada beberapa hari yang dilarang untuk kita menjalankan puasa. Hari-hari tersebut disebut  dengan hari tasyrik. Hari tasyrik ini jatuh pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, atau tanggal 1,2, dan 3 Agustus 2020. Meskipun saat ini pandemic CoV-19 masih terus bertambah jumlah kasusnya, tapi Alhamdulillah itu tidak membuat niat kita surut dalam melaksanakan ibadah, khususnya puasa-puasa sunnah.

Kali ini kita hanya fokus pada puasa arafah, ya teman-teman.

Puasa pada sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah juga diyakini memiliki banyak sekali keistimewaan. Dalam Al-Qur'an surah Al-Fajr ayat 1 dan 2, Allah SWT berfirman bahwa: 


وَالْفَجْرِ .وَلَيَالٍ عَشْرٍ 

Artinya: "Demi waktu subuh. Dan sepuluh malam."

Dikutip dari situs https://tirto.id/fSl4  menurut Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan sejumlah ulama salaf serta kontemporer, yang dimaksud "sepuluh malam" dalam ayat di atas adalah "sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah." Pendapat di atas didasarkan pula pada hadis riwayat Imam Bukhari berikut, yang artinya:

"Dari Ibnu Abbas dengan kualitas hadis marfu': Tidak ada hari-hari di mana amal sholih lebih disukai Allah SWT pada hari itu daripada hari-hari ini, maksudnya 10 hari Dzulhijjah. Kemudian para sahabat bertanya, ‘Dan bukan pula jihad, ya Rasulullah?’ Rasul lalu menjawab, ‘Dan tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian ia pulang tak lagi membawa apa-apa," (HR Bukhari 969).

Bagi teman-teman yang belum diberikan kemampuan untuk bisa berangkat ibadah haji, disunahkan untuk melaksanakan ibadah puasa pada tanggal 8-9 Dzullhijah. Adapun pelaksanaan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah di sebut sebagai puasa Tarwiyah sedangkan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah disebut sebagai puasa Arafah.

Hari arafah dikatakan sebagai hari yang paling utama (afdhal al ayyam) dan memiliki keutamaan  dapat menghapus dosa satu tahun sebelum dan satu tahun sesudahnya. Rasulullah SAW bersabda: 
“Puasa satu hari Arafah (9 Dzulhijjah), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Dan puasa hari ‘Asyura’ (10 Muharram), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162). (dikutip dari laman https://www.islampos.com/ini-lafaz-niat-puasa-arafah-156839/) 
Bagi teman-teman yang berniat menjalankan ibadah puasa ini, berikut niat puasa Arafah: 
 نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى
Artinya: "Saya berniat menjalankan puasa Arafah karena Allah ta'ala."
poster yang saya buat untuk pembahasan kali ini
Saya rasa sekian yang dapat saya sampaikan diblog ini. Semoga bermanfaat untuk kalian semua ya, teman-teman. Sehat selalu, ya. Tetap ikuti aturan jaga jarak dan protokol kesehatan yang berlaku. Sampai jumpa di next journal saya. I'll see you very soon! Bhaaaaay!!


---

n/b: sudah tersimpan di draft, dan telah melewati proses editing wkwkwk  



View this post on Instagram

Assalamualaikum teman-teman. Selamat malam dan selamat beristirahat,ya. Oh iya, jangan lupa besok buat puasa Arafah. Insha Allah, kalau kita ikhlas karena Allah akan banyak sekali manfaatnya, salah satunya dosa kita setahun yang lalu dan setahun yang akan datang akan dihapuskan. . . Niat Puasa Arafah نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala Artinya: “Saya niat Puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.” . . Semoga kebaikan menyertai kita semua. Tetap jaga kesehatan, teman-teman. Patuhi protokoler kesehatan yang ditetapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus CoVID-19 . Oh iya, kalau kalian bisa silahkan tinggalkan like dan komentar dipostingan ini. like dan komentar kalian akan sangat membantu buat saya. Buat yang sudah like, terima kasih❤️ #KKLDRIAINPadangsidimpuan2020 #KKLIainPadangsidimpuan2020 #kkldriainpadangsidimpuan
A post shared by O (@oktavinaharahap) on

Kamis, 30 Juli 2020

[DIY] Membuat Masker Tanpa Mesin Jahit

Padangsidimpuan, 28 Juli 2020

Assalamualaikum teman-teman, semoga kalian sehat selalu dimanapun berada. Alhamdulillah, saya masih bisa menulis di blog ini meskipun sedang sibuk sekali, hahahah. Sebenarnya, content ini akan di upload tanggal 29 kemarin. Tapi, karena jaringan yang lelet, proses editing yang seharusnya satu hari menjadi terkendala. So, Here I am! Nah, kali ini sesuai dengan janji saya kemarin, saya akan memberi tahu kalian semua cara membuat masker yang sederhana. Eits, kalau kalian berpikir membuat masker ini susah, buanglah jauh-jauh pikiran itu karena disini saya akan membuat masker yang paling sederhana dan tanpa mesin jahit. Yuhuuuuuu!!

Nah, langsung saja kalian siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu, ya.

- Kertas
- Pulpen/Pensil
- Penggaris
- Kain Perca
- Kain Blacu
- Benang
- Jahit
- Karet Kain
- Gunting
- Peniti

sumber foto: Penulis

Nah, kalau bahannya sudah siap, ikuti langkah-langkah dibawah ini, teman-teman.

Step 1: Kita siapkan pola dasar dulu, ya. Siapkan kertas, penggaris, pulpen dan gunting. Gambar terlebih dahulu polanya. 

sumber foto: Penulis

Ini dia ukurannya kalau kurang jelas.

sumber foto: Penulis

Step 2: Setelah selesai membuat pola, ambil kain perca dan letakkan pola tersebut diatasnya. Agar polanya tidak bergeser, pakaikan peniti, ya teman-teman. Jangan lupa saat menggunting kainnya, lebihkan sedikit, ya. Begini hasilnya.

sumber foto: Penulis

Step 3: Buat langkah yang sama seperti step 2 pada kain blacu. Kalau kalian tidak punya kain blacu, pakai kain perca saja.

sumber foto: Penulis

Step 4: Siapkan benang dan Jahitlah  bagian tengah kain yang meruncing tersebut. Jahitnya harus rapi ya, teman-teman. Kalau bisa jahitnya pakai perasaan, biar hasilnya sempurna. Hahahah ...
Step 5: Lakukan langkah yang sama  pada kain blacu seperti pada step 4.

sumber foto: Penulis

Step 6: Begini hasil jahit dari step 4 dan step 5.

sumber foto: Penulis

Step 7: Gabungkan kedua kain yang tersebut. Begini cara menggabungnya, ya teman-teman. 

sumber foto: Penulis

Step 8: Kain yang sudah digabung kemudian dijahit bagian tepinya. Sisakan sedikit bagian untuk tempat membalik kain, ya.
Step 9: Jika sudah selesai dijahit, balik kain tersebut. Hasilnya akan terlihat seperti dibawah ini.

sumber foto: Penulis

Step 10: Pasang tali karet dikedua sisi kain. Ingat ya, pasang karetnya harus kuat, kalau tidak hasilnya bakalan tidak bagus.

sumber foto: Penulis

Taraaaaaaaa... Ini dia hasil masker yang sudah saya jahit. Gimana? Simple kan?

sumber foto: Penulis


sumber foto: Penulis
Oh iya, special thanks buat adik perempuan saya Melva yang mau saya repotkan untuk membuat ide ini. Sebenarnya 75% ide pembuatan masker ini dari dia. Xixixix. Btw yang jadi model masker ini adalah adik laki-laki saya,ya hahah. 

So, ini saja yang bisa saya sampaikan. Jangan lupa jaga kesehatan kalian, tetap ikuti protokol kesehatan dan jagan lupa minum air putih yang banyak. Semoga DIY ini bermanfaat dan teman-teman semua menyukainya. Jangan lupa praktekkan dirumah, ya. 

Kalau kalian suka, silahkan tinggalkan jejak komentar kalian dibawah ini. Bhaaaaay!!


30 Hari Bercerita tentang KKL-DR, IAIN Padangsidimpuan

Sidadi, 29 Juli 2020


Assalamualikum Wr.Wb

Ini hari ke- 15, Yey!!!
Alhamdulillah ‘ala  kulli hal. I thank to Allah for giving me the best experiences. Hari ini adalah hari kelima kegiatan KKL-DR saya, and it is still counting though. Hari ini saya hanya ini nge-share daily reminder untuk teman-teman pembaca setia blog saya ini.



cr belong to owner


Ada saatnya dalam hidup kita akan merasa kehilangan motivasi dan harapan. Itu terjadi pada semua orang, bahkan pada orang yang biasanya sangat optimis dan ceria. Banyak kejadian yang bisa menyebabkannya, misalnya: kehilangan, kegagalan, kekecewaan dan masih banyak lagi. 


Kadang, kegagalan membuat kita lupa  kalau kita punya Allah sebagai tempat untuk mencurahkan keluh kesah kita. Satu kegagalan membuat kita lupa betapa besar rahmat yang diberikan Allah SWT pada kita. Kegagalan bukan untuk ditangisi, tapi jadikan kegagalan itu menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi dan berkembang. Ingat, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Selalu bersyukur, sebab Allah akan memberi jawaban atas kegagalan yang sedang kita rasakan.

To be honest, saya pribadi tidak pandai memberikan motivasi pada orang lain, karena saya juga kadang lack of motivation, LOL. Tapi, inshaa Allah saya juga berusaha untuk memotivasi diri sendiri melalui tulisan-tulisan yang saya buat.

Jadi, kegagalan bukan karena Allah tidak menyayangi kita, ya teman-teman, tapi karena Allah tahu kapan  waktu terbaik untuk keberhasilan itu. Semangat terus buat kita semua, terutama teman-teman seangkatan saya yang sedang mengikuti KKL. Inshaa Allah, rahmat dan berkah dari Allah menyertai kita semua. Amin.

Sehat selalu, ya teman-teman. Tetap ikuti aturan jaga jarak dan protokol kesehatan yang berlaku. Sampai jumpa di next journal saya. I'll see you very soon! Bhaaaaay!!


---

n/b: sudah tersimpan di draft, dan telah melewati proses editing wkwkwk  

Rabu, 29 Juli 2020

30 Hari Bercerita tentang KKL-DR, IAIN Padangsidimpuan

Sidadi, 28 Juli 2020

Kemarin, saat saya sedang scrolling timeline media social, saya menemukan sebuah quote yang

"I like the night. Without the dark, we'd never see the stars." ▬ Stephenie Meyer, Twilight 
Quote yang menurut saya sangat related dengan apa yang terjadi saat ini. Pandemic CoV-19 yang menyebar di seluruh dunia tidak hanya membawa dampak negatif bagi kita, namun juga membawa pengajaran hidup yang berharga untuk kita semua. Salah satunya adalah  membuat kita selalu bersyukur atas kesehatan dan juga rezeki yang berlimpah yang diberikan Allah SWT pada kita. Beberapa bulan sudah kita sudah melalui waktu yang panjang untuk tetap waspada pada penyebaran virus COVID-19 ini. Selalin itu juga, kita juga telah berusaha semaksimal mungkin untuk tetap memperhatikan kesehatan orang yang kita cintai.

Mungkin, penafsiran saya pribadi akan berbeda dengan teman-teman, dan itu memang kodratnya.

Personally, Seperti makna qoutes diatas, gelap bukan berarti buruk. Ada banyak hal indah yang tersimpan dibalik kegelapan itu, bintang contohnya. Tanpa gelap, kita tidak akan mengenal bintang, dan tanpa gelap kita tidak akan bisa melihatnya berpendar menawan dimalam hari.  Sama hal nya seperti pandemic yang mewabah di seluruh dunia saat ini. COVID-19 juga pastinya membawa dampak  positif. Beberapa dampak postifinya menurut pandangan saya adalah:

  1. Kita semakin bersyukur atas nikmat, kesehatan dan rezeki yang diberikan Allah SWT.
  2. Mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa
  3. Mempererat tali persaudaraan. Karena adanya CoV -19, rasa ingin membantu muncul dari dalam diri kita. Contohnya memberi masker gratis untuk mengurangi dampak CoV-19.
  4. Membuat kita peduli pada kesehatan. Dewasa ini, orang-orang berambisi untuk menjadi workaholic tanpa peduli pada kesehatan diri sendiri. 
  5. New Normal? New life yang akan megubah persepsi tentang hidup sehat.
  6. Membuat kita berpikir kritis. Ekonomi yang melambat membuat kita berpikir bagaimana solusinya, dengan berpikir seperti itu, kita akan membuka peluang baru untuk meningkatkan ekonomi.
  7. Menyadarkan betapa pentingnya seseorang dan juga kebersamaan. #dirumahaja membuat kita menyadari bahwa waktu dan kebersamaan dengan orang terkasih sangat berharga. 


Itu tadi beberapa dampak positif CoV-19 menurut saya. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa melalui cara ini, Allah SWT menunjukkan kuasanya karena bagaimanapun, akan ada sisi baik dari sebuah hal mengerikan sekalipun.



Maka dari itu, quotes ini membuat saya untuk tetap semangat dalam memberikan edukasi, content, dan info-info yang bisa menambah wawasan kalian semua terkait dengan COVID-19 ini disamping untuk merampungkan tugas KKL saya yang masih akan berjalan sekitar dua minggu lagi.


Lagi, saya tidak bosan memberi tahukan kalian edukasi tentang penanganan COVID-19 melalui poster yang saya editing sendiri. Dan Alhamdulillah, saya juga menyiapkan English version dari poster-poster yang saya buat untuk memudahkan teman-teman belajar Baha Inggris.

cr belong to owner

cr belong to owner
Keep learning, ya!

Saya rasa sampai disini saja untuk hari ini, terima kasih telah berkunjung. Sila tinggalkan jejak berupa komentar yang membangun untuk menyupport  blog saya. heheheh

I'll see you guys very soon!

---



n/b: lagi, tulisan ini telah disimpan didalam draft selama beberapa hari. 

Selasa, 28 Juli 2020

30 Hari Bercerita tentang KKL-DR, IAIN Padangsidimpuan


Sidadi, 27 Juli 2020


Assalamualikum Wr.Wb

Alhamdulillah, hari ini adalah hari ke-13 KKL-DR saya dan Alhamdulillah, kita semua masih diberikan Allah SWT kesehatan sehingga teman-teman masih bisa mampir dan membaca artikel-artikel ringan diblog saya yang sederhana ini, meskipun wabah penyakit masih melanda seluruh dunia. Semoga dunia lekas membaik, semoga jarak kembali bersama.


Teman-teman, seperti yang saya katakan saat blog ini pertama kali dibuat, tujuan blog ini dibuka adalah untuk bercerita tentang kegiatan KKL saya selama tigapuluh hari. Jadi, hari ini saya  membuat poster atau infographic tentang pencegahan COVID-19.


Menurut WHO (World Health Organization) Coronavirus Disease 2019 bisa dicegah dengan menjaga jarak (physical distancing) dari orang yang sedang sakit, membasuh tangan sesering mungkin, memakai hand sanitizer dan juga memakai masker saat berada diluar rumah.


Nah, banyak dari kita yang cenderung asal-asalan saat mencuci tangan, padahal ada loh tatacara yang harus kita ikuti agar tangan kita bersih menyeluruh. Dibawah ini adalah poster penjelasan tentang cara yang benar saat mencuci tangan.


Selamat membaca teman-teman! Budayakan membaca ya, agar budaya literasi kita berkembang.



poster bahasa Indonesia
belong to owner

Berikut cara yang baik saat mencuci tangan


  1. Basahi tangan dengan air, gosok telapak tangan dengan sabun
  2. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari kalian dengan kuat.
  3. Gosok satu telapak tangan dibelakang telapak tangan yang lain. Lakukan hal yang sama pada telapak tangan sebaliknya.
  4. Posisikan telapak tangan memeluk ibu jari lalu gosok. Lakukan hal yang sama pada ibu jari yang lainnya.
  5. Gosok bagian belakang jari pada telapak tangan yang lainnya. Lakukan hal yang sama pada bagian belakang jari tangan sebaliknya.
  6. Cuci dengan menggunakan air mengalir mulai dari pangkal tangan hingga ujung jari.
  7. Keringkan tangan kalian dengan handuk bersih atau tissue.


poster bahasa Inggris
belong to owner
Oh iya, saya juga menyiapkan poster berbahasa Inggris bagi teman-teman pengunjung blog ini untuk memperbanyak vocabularies kalian semua. Keep learning, ya!


Saya rasa sampai disini saja untuk hari ini, terima kasih telah berkunjung. Sila tinggalkan jejak berupa komentar yang membangun untuk menyupport saya. heheheh


I'll see you guys very soon!


---


n/b: lagi, tulisan ini telah disimpan didalam draft selama beberapa hari. 

Senin, 27 Juli 2020

[Break out] Raindrops? Let's Write Something!


To all of my inspirations

Thanks for being you

As I expected

Thanks for bringing happiness

--

Today is raining.

Whispering under the raindrops and hope the memories are going to fade.

I was afraid to fall, that was why I told you.

I can not stop thinking of you and hope that someday you will be my destiny.

The place I am going to look at

The place I belong to be

Just for a reason;

My happiness.

I was young to know what exactly love is

A feeling that I used to feel

Could I know what was your feeling, again?

Something that I knew

But, now I do not want to listen

Because that time;

I was happy

I was sad

I exhausted

Remember me?

Someone who was falling in love with your smile.

 

I love you as simple as that

But, ain’t I that you want to be home

I think it will be okay if I go, if I sacrificed myself

Because I know

It is impossible you looking at me again

 

I was happy to love you

Be well

Sleep well

I love you;

 Padangsidimpuan, 27 Juli 2020



[Terinspirasi dari tulisan Siti Nur Annisa, temanku saat semester pertama. Lalu beberapa bulan yang lalu aku tuliskan, untuk tugas. Kemudian hari ini, aku menulisnya lagi dengan waktu  dan perasaan yang berbeda]

Minggu, 26 Juli 2020

30 Hari Bercerita tentang KKL-DR, IAIN Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, 26 Juli 2020


Assalamualikum Wr.Wb

       Sunday is coming! take your best rest. You deserve it all.

      Minggu yang cerah dan saya masih harus memikirkan konten untuk diupload kemedia sosial, what a busy day! Hahahah. Tapi tenang, saya tidak mengeluh karena melihat postingan teman-teman saya yang selalu nangkring diberanda media sosial saya. Jelas, saya sedikit iri dengan ke-kreatifan mereka yang tidak mengenal waktu dan tempat. But, saya menjadikan ini sebagai motivasi untuk diri sendiri agar karya yang saya buat bisa diterima masyarakat luas. Include hope for publishing my own book. xixixi

     Oh iya, talking about karya, saya rasa sampai hari ke 12 KKL ini berlangsung, saya belum memposting video apapun. Jadi saat saya asik scrolling medsos tentang kampanye New Normal, satu ide terbersit di pikiran saya. Salah satu benda yang wajib dimiliki setiap orang di New Normal ini adalah masker. Langsung saja, saya 'mengganggu' mama dan adik saya untuk membantu saya membuatnya. HIHIHI

       Karena saya membuat masker itu semalam, jadi saya belum mengedit video dan juga fotonya. jadi mungkin saya akan upload malam ini atau besok. So, stay tuned ya, teman-teman.

        Baiklah, karena saya orang baik, saya akan memberikan sneak peek buat kalian. 




xixixi


xixixi

     Hayo.. Penasaran kan? Pantengin terus medsos dan blog-ku ya. Babayyyyy!!!

n/b: Please, stay healthy, there! jaga kebersihan, cuci tangan secara teratur dan jangan lupa gunakan selalu masker untuk protected kamu dari berbagai macam virus, termasuk virus jomblo 😃

30 Hari Bercerita tentang KKL-DR, IAIN Padangsidimpuan

Sidadi, 25 Juli 2020


Assalamualikum Wr.Wb


        Semoga selalu dalam limpahan rahmat Allah SWT. Amiiin.. 
        Hari ke-11 dan semoga tetap semangat.

       Hari ini kegiatan kami difokuskan kepada pembuatan poster dan juga penempelannya akan dibuat dirumah-rumah disekitaran lingkungan Sidadi I. Poster yang telah diedit dan di publlikasikan dimedia sosial di print out untuk selanjutnya di tempelkan dirumah-rumah untuk tempat edukasi COVID-19 sekaligus menggerakkan masyarakat yang gemar membaca.

      Saya harap poster ini bisa melekat diingatan masyarakat. 


poster sekaligus spanduk KKL-DR ke-XLV, IAIN Padangsidimpuan

     Saya akan tutup catatan hari ini. Thank you for all our hard working, today! Terima kasih kepada orang-orang yang berperan besar dalam terlaksananya KKL-DR saya dan teman-teman dari beberapa hari yang lalu sampai hari ini. Last, but not least, seluruh pembaca yang telah berbaik hati meluangkan waktu untuk membaca Journal ini meskipun banyak troubles yang dihadapi saat menunggu jaringan memuat blog ini.


sumber foto: Penulis

sumber foto: Penulis



n/b: tulisan telah tersimpan di draft blog dan diposting setelah melalui proses revisi.
n/b/b: Please, stay healthy, there! jaga kebersihan, cuci tangan secara teratur dan jangan lupa gunakan selalu masker untuk protected kamu dari berbagai macam virus, termasuk virus jomblo 😃




30 Hari Bercerita tentang KKL-DR, IAIN Padangsidimpuan

Sidadi, 24 Juli 2020


Assalamualikum Wr.Wb

            Semoga selalu dalam limpahan rahmat Allah SWT. Amiiin.. 
         
       Hari ke-10 dengan Jumat berkah. Hari ini kegiatan KKL saya dan teman-teman adalah mendesign poster ataupun sharing tentang pencegahan wabah COVID-19 ini. Dibutuhkan banyak waktu untuk mendesign poster ataupun infographic yang eye catchy bagi pembaca. 

           Selain itu juga, kegiatan yang juga dilaksanakan hari ini adalah kebersihan posko COVID-19. 


sumber foto: Penulis


sumber foto: Penulis

Gimana menurut kalian, guys? Oh, ya sebelum saya menutup cacatan saya hari ini, Thank you for all our hard working, today! Terima kasih kepada orang-orang yang berperan besar dalam terlaksananya KKL-DR saya dan teman-teman dari beberapa hari yang lalu sampai hari ini. Last, but not least, seluruh pembaca yang telah berbaik hati meluangkan waktu untuk membaca Journal ini meskipun banyak troubles yang dihadapi saat menunggu jaringan memuat blog ini.

n/b: tulisan telah tersimpan di draft blog dan diposting setelah melalui proses revisi.
n/b/b: Please, stay healthy, there! jaga kebersihan, cuci tangan secara teratur dan jangan lupa gunakan selalu masker untuk protected kamu dari berbagai macam virus, termasuk virus jomblo 😃