Sidadi, 04 Agustus 2020
Assalamualaikum, teman-teman.
Selamat datang kembali, semoga artikel dan
tulisan-tulisan saya bisa bermanfaat dan menghibur teman-teman semua.
Alhamdulillah, hingga hari ini saya masih diberikan kesehatan dan rasa semangat
dalam menulis. Untuk itu, pada hari ke-21 ini, saya akan membahas relasi agama
dengan ilmu pengetahuan (sains). It'll be nice, bruhh...
![]() |
| poster belongs to owner |
Langsung saja, siapa diantara teman-teman yang
sering lupa menutup makanan atau minuman yang ada didapur? Saya hanya ingin
mengingatkan, itu tidak baik, lho. Makanan dan minuman yang tidak ditutup dalam
waktu yang lama udara dapat membawa bakteri, virus dan debu yang bisa
mengakibatkan mual, pusing, sakit perut dan keracunan. Rasulullah dalam sebuah
hadist pernah bersabda:
“Tutuplah bejana-bejana dan wadah-wadah air. Karena ada satu malam dalam satu tahun waba’/penyakit turun di pada malam itu. Tidaklah penyakit itu melewati bejana yang tidak tertutup, atau wadah air yang tidak ada tutupnya melainkan penyakit tersebut akan masuk ke dalamnya. (HR Muslim) Read more https://konsultasisyariah.com/31745-anjuran-menutup-bejana-di-malam-hari.html
Rasulullah SAW melalui hadis tersebut
mengajarkan kepada kita mengenai cara menjaga kesehatan serta
langkah-langkah preventif untuk mencegah dari penyebaran wabah penyakit yaitu dengan menutup bejana mengikat kantung air, mengunci pintu, dan memadamkan lampu. Imam Nawawi dalam penjelasannya mengenai
hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagaimana tercantum dalam
kitab Syarah Shohih Muslim, setidaknya
ada empat manfaat dari menutup bejana tempat
meletakkan Makanan.
2. Terjaga dari Wabah
Penyakit yang turun pada suatu malam pada setiap tahun
3. Terjaga dari benda-benda najis dan kotoran
4. Terjaganya seorang muslim dari serangga atau
hewan melata yang kemungkinan jatuh ke dalam bejana sehingga
dapat menimbulkan bahaya.
Makanan atau minuman yang masih tersisa sebaiknya
disimpan di tempat yang tidak terjangkau serangga, misalnya seperti dimasukkan
ke dalam kulkas atau menaruhnya di dalam lemari di wadah yang tertutup. Dari keterangan tersebut, kita memahami bahwa
kebersihan makanan atau minuman yang kita konsumsi itu harus tetap higienis.
Nabi bukan saja hanya menekankan kehalalan makanan dan minuman, tapi beliau
juga menganjurkan umatnya agar mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih.

semangat ta
BalasHapusSmngt kak
BalasHapusEditing dimana kak??
BalasHapus😍🤲
BalasHapusmantap
BalasHapus