Cari Blog Ini

Selasa, 04 Agustus 2020

30 Hari Bercerita tentang KKL-DR, IAIN Padangsidimpuan


Sidadi, 04 Agustus 2020

Assalamualaikum, teman-teman.

Selamat datang kembali, semoga artikel dan tulisan-tulisan saya bisa bermanfaat dan menghibur teman-teman semua. Alhamdulillah, hingga hari ini saya masih diberikan kesehatan dan rasa semangat dalam menulis. Untuk itu, pada hari ke-21 ini, saya akan membahas relasi agama dengan ilmu pengetahuan (sains). It'll be nice, bruhh...


poster belongs to owner

Langsung saja, siapa diantara teman-teman yang sering lupa menutup makanan atau minuman yang ada didapur? Saya hanya ingin mengingatkan, itu tidak baik, lho. Makanan dan minuman yang tidak ditutup dalam waktu yang lama udara dapat membawa bakteri, virus dan debu yang bisa mengakibatkan mual, pusing, sakit perut dan keracunan. Rasulullah dalam sebuah hadist pernah bersabda:

“Tutuplah bejana-bejana dan wadah-wadah air. Karena ada satu malam dalam satu tahun waba’/penyakit turun di pada malam itu.  Tidaklah penyakit itu melewati bejana yang tidak tertutup, atau wadah air yang tidak ada tutupnya melainkan penyakit tersebut akan masuk ke dalamnya. (HR Muslim) Read more https://konsultasisyariah.com/31745-anjuran-menutup-bejana-di-malam-hari.html

Rasulullah SAW melalui hadis tersebut mengajarkan kepada kita mengenai cara menjaga kesehatan serta langkah-langkah preventif untuk mencegah dari penyebaran wabah penyakit yaitu dengan menutup bejana mengikat kantung air, mengunci pintu, dan memadamkan lampu. Imam Nawawi dalam penjelasannya mengenai hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagaimana tercantum dalam kitab Syarah Shohih Muslimsetidaknya ada empat manfaat dari menutup bejana tempat meletakkan Makanan.

1. Terjaganya seorang muslim dari setan karena setan tidak dapat membuka Penutup Bejana
2. Terjaga dari Wabah Penyakit yang turun pada suatu malam pada setiap tahun
3. Terjaga dari benda-benda najis dan kotoran
4. Terjaganya seorang muslim dari serangga atau hewan melata yang kemungkinan jatuh ke dalam bejana sehingga dapat menimbulkan bahaya. 

Makanan atau minuman yang masih tersisa sebaiknya disimpan di tempat yang tidak terjangkau serangga, misalnya seperti dimasukkan ke dalam kulkas atau menaruhnya di dalam lemari di wadah yang tertutup. Dari keterangan tersebut, kita memahami bahwa kebersihan makanan atau minuman yang kita konsumsi itu harus tetap higienis. Nabi bukan saja hanya menekankan kehalalan makanan dan minuman, tapi beliau juga menganjurkan umatnya agar mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih.


5 komentar: