Sidadi, 30 Juli 2020
Assalamualikum Wr.Wb
Hore, hari ini kegiatan KKL-DR saya telah mencapai hari ke-16. Alhamdulillah. Jadi, untuk bahasan kali ini, saya ingin membahas tentang puasa arafah, kebetulan hari ini bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1441 H.
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender Hijriah, selain Ramadan dan Muharram. Selain Idul Adha, memotong hewan kurban dan ibadah haji, sejumlah amalan sunah pun bisa dikerjakan pada bulan Dzulhijjah ini teman-teman. Namun ada beberapa hari yang dilarang untuk kita menjalankan puasa. Hari-hari tersebut disebut dengan hari tasyrik. Hari tasyrik ini jatuh pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, atau tanggal 1,2, dan 3 Agustus 2020. Meskipun saat ini pandemic CoV-19 masih terus bertambah jumlah kasusnya, tapi Alhamdulillah itu tidak membuat niat kita surut dalam melaksanakan ibadah, khususnya puasa-puasa sunnah.
Kali ini kita hanya fokus pada puasa arafah, ya teman-teman.
Puasa pada sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah juga diyakini memiliki banyak sekali keistimewaan. Dalam Al-Qur'an surah Al-Fajr ayat 1 dan 2, Allah SWT berfirman bahwa:
وَالْفَجْرِ .وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Artinya: "Demi waktu subuh. Dan sepuluh malam."
Dikutip dari situs https://tirto.id/fSl4 menurut Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan sejumlah ulama salaf serta kontemporer, yang dimaksud "sepuluh malam" dalam ayat di atas adalah "sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah." Pendapat di atas didasarkan pula pada hadis riwayat Imam Bukhari berikut, yang artinya:
"Dari Ibnu Abbas dengan kualitas hadis marfu': Tidak ada hari-hari di mana amal sholih lebih disukai Allah SWT pada hari itu daripada hari-hari ini, maksudnya 10 hari Dzulhijjah. Kemudian para sahabat bertanya, ‘Dan bukan pula jihad, ya Rasulullah?’ Rasul lalu menjawab, ‘Dan tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian ia pulang tak lagi membawa apa-apa," (HR Bukhari 969).
Bagi teman-teman yang belum diberikan kemampuan untuk bisa berangkat ibadah haji, disunahkan untuk melaksanakan ibadah puasa pada tanggal 8-9 Dzullhijah. Adapun pelaksanaan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah di sebut sebagai puasa Tarwiyah sedangkan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah disebut sebagai puasa Arafah.
Hari arafah dikatakan sebagai hari yang paling utama (afdhal al ayyam) dan memiliki keutamaan dapat menghapus dosa satu tahun sebelum dan satu tahun sesudahnya. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa satu hari Arafah (9 Dzulhijjah), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Dan puasa hari ‘Asyura’ (10 Muharram), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162). (dikutip dari laman https://www.islampos.com/ini-lafaz-niat-puasa-arafah-156839/)
Bagi teman-teman yang berniat menjalankan ibadah puasa ini, berikut niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَىArtinya: "Saya berniat menjalankan puasa Arafah karena Allah ta'ala."
![]() |
| poster yang saya buat untuk pembahasan kali ini |
---
n/b: sudah tersimpan di draft, dan telah melewati proses editing wkwkwk

Alhamdulillah
BalasHapussemangat trus 😙
BalasHapusMantap 👍👍 lanjutkan
BalasHapusItu faedah nb nya apa?
BalasHapushaters be like wkwkwkwk
HapusTetap semangat menulis
BalasHapusSemangat menebar ilmu. .
BalasHapusMantap
BalasHapusMantap
BalasHapusmantul
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus