Sidadi, 09 Agustus 2020
Assalamualaikum, teman-teman,
Alhamdulillah, ini adalah hari ke 26 KKL-DR saya dan Alhamdulillah,
kita semua masih diberikan Allah SWT kesehatan sehingga teman-teman masih bisa mampir dan membaca
artikel-artikel ringan diblog saya yang sederhana ini.
Semoga dunia lekas membaik, semoga jarak kembali bersama.
Jadi, hari ini saya ingin membahas tema baru diblog ini. Dalam
salah satu juknis KKL-DR yang sedang dilaksanakan, salah satu poin pentingnya
adalah Pemberdayaan Ekonomi Umat di Era New Normal. Nah, kalian sudah tahu apa
itu Pemberdayaan Ekonomi?
Di era New Normal yang sudang sering sekali
digaungkan, banyak masyarakat awam yang salah pemahaman mengenai hal ini,
karena dengan adanya penerapan New Normal kita bisa seenaknya sendiri melakukan
kegiatan di luar rumah, nongkrong di cafe, warnet, dan melakukan acara
yang bersifat mengundang banyak orang. Namun, masyarakat harus tetap waspada
dan mengikuti protocol kesehatan seperti wajib bermasker dan cuci tangan saat
keluar rumah untuk menghindar dari penyebaran wabah CoV-19. Namun, jika di
Era New Normal ini masih banyak yang terkena wabah Cov-19, itu merupakan suatu
kelalaian terhadap diri sendiri yang akan berdampak juga terhadap orang lain.
Nah, karena alasan inilah sangat penting
menjelaskan apa itu Pemberdayaan Masyarakat. Dikutip dari kompsiana.com Pemberdayaan
Masyarakat merupakan suatu pengembangan yang dilakukan untuk masyarakat dengan
meningkatkan kemampuan dalam menentukan masa depannya dan berpartisipasi dalam
mempengaruhi kehidupannya, dan mengajarkan masyarakat bagaimana cara yang tepat
dalam mengembangkan suatu pekerjaan tersebut.
Okay,
kita lanjut jadi pemberdayaan umat ataupun masyarakat ini sangat banyak sektornya,
termasuk pemberdayaan ekonomi. Pemberdayaan ekonomi rakyat merupakan upaya
pengerahan sumber daya untuk mengembangkan potensi ekonomi rakyat guna
meningkatkan produktifitas rakyat. Tujuan dari pemberdayaan ekonomi masyarakat
desa adalah meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan sumber daya alam yang
terdapat di sekitarnya. Karena seperti yang kita ketahui, akibat dari
mewabahnya virus corona, sektor ekonomi melambat. Oleh karena itu, kita dipaksa
untuk berpikir kritis agar kestabilan finansial tetap terjaga.
Saya
rasa sudah cukup untuk intermezzo tentang pemberdayaan ekonomi tersebut. Saya harap,
artikel ringan yang baru saja teman-teman baca bisa menambah informasi kalian. Oh
iya, kalau kalian punya informasi lain, kalian bisa berkomentar dibawah ini.
Terima kasih sudah berkunjung, see you very soon, fellas!

Sangat bermanfaat
BalasHapuswow
BalasHapus